Desember 26, 2012

Duri Sang Mawar

Serapuh kelopak sang mawar yang disapa badai, berselimutkan gontai...
Saat aku, berada di sini diterpa terluka oleh senja... (Saat Kau Menjadi Istriku Nanti by Sheila on 7)

Itulah sederet lirik lagu yang menurut saya pribadi, sangatlah konotatif, namun penuh makna. Mawar, siapa yang tak suka padanya? Cantik, anggun, namun juga rapuh.
Begitu pula wanita...  seringkali kecantikan rupa yang ia punya mampu menyilaukan setiap mata. Namun dibalik rupa yang elok yang memancarkan aura kelembutan itu, wanita tetaplah makhluk yang rapuh dan mempunyai kelemahan. Sensitif perasannya, egois cara berfikirnya, dan terkadang labil pula emosinya. Tapi sungguh, Tuhan Yang Maha Adil,  menganugerahkan pula kekuatan besar pada seorang wanita. Yakni kesabaran, ketabahan dan kesetiaan. Wanita punya itu semua untuk mengayomi orang-orang terdekatnya. Seperti seorang ibu yang memancarka aura keibuan luar biasa untuk melindungi anaknya. Subhanallah...


Maka, tegakah kau menyakiti hatinya?
Sanggupkah kau melukai nuraninya?
Jangan sakiti ia... jangan lukai ia...

Mawar, bertahanlah di antara pekatnya dunia yang semu!
Bertahanlah kau tuk melindungi harkat dan martabatmu!
Berjuanglah untuk menjaga kehormatan dan harga dirimu!
Karena semua orang tahu, kau masih punya duri untuk bertahan... dan kau pasti mampu!

Percayalah...!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar